Sabtu, 31 Maret 2012

hawa mengenal adam (ibd bab 3)


Hawa Mengenali Adam: Tulang Rusuk Mengenali Siapa Pemiliknya
“Sejak diturunkan ke bumi, Hawa terus memikirkan Nabi Adam. Bagaimana keadaannya sekarang? Apa ia sanggup hidup sendirian di bumi ini? Hawa bertekad untuk bertemu Nabi Adam. Hawa terus berjalan menyusuri bumi. Sesekali ia beristirahat sambil makan buah-buahan. Ia terus berdoa kepada Allah agar segera dipertemukan dengan Nabi Adam. Hawa tiba di sebuah padang pasir dan bukit yang sangat gersang.  Ia sudah sangat kelelahan dan hampir putus asa. Kemudian ia berdoa kepada Allah dengan sangat khusyuk. Rupanya Allah mengabulkan doanya. Hawa melihat sosok yang sangat ia kenali. Ia adalah Nabi Adam. Hawa memanggil Nabi Adam dan Nabi pun memanggil Hawa dengan penuh kerinduan. Inilah saat yang paling membahagiakan bagi mereka.”
 Itulah sepenggal kisah tentang pertemuan Adam dan Hawa di bumi dalam buku “Ensiklopedia Kisah Al-Qur’an” terbitan Gema Insani Press. Mungkin kisah ini pun menggambarkan manusia pada umumnya. Tabiat perempuan yang peduli tergambar jelas dalam penggalan cerita di atas. Hawa terus memikirkan Nabi Adam dan ingin segera bertemu dengan Nabi Adam. Apa alasannya? Ternyata, bukan karena sekadar melepas rindu dirinya pada Adam, tapi lebih memikirkan bagaimana keadaan Nabi Adam sekarang? Apakah Adam sanggup hidup sendiri di bumi? Hawa tak memikirkan dirinya sendiri. Itulah sifat dasar perempuan, ketika memutuskan sesuatu ia selalu mempertimbangkan orang lain bukan hanya kepentingan dirinya sendiri.
Ya, karena Allah menciptakan Hawa untuk menemani Adam ketika di syurga. Allah tahu bahwa Adam tak bisa hidup sendiri. Walaupun dengan kenikmatan-kenikmatan syurga yang telah ia dapatkan, tetap saja seorang Adam membutuhkan teman. Maka, Allah ciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam untuk menemani Adam di syurga.
Ketika diturunkan ke bumi dan mereka berpisah, maka naluri masing-masing pasti akan saling mencari. Dan dalam pencarian di sini digambarkan secara jelas kekhawatiran Hawa akan kondisi Adam di bumi: sanggupkah Adam hidup sendirian?
Hawa pun terus berusaha menelusuri bumi demi bertemu Adam. Uniknya, di buku ini tak diceritakan bagaimana usaha Adam menemukan Hawa, tapi lebih kepada bagaimana usaha Hawa menemukan Adam. Pastinya tak bisa dipungkiri juga bahwa tentunya Adam pun berusaha keras untuk bertemu dengan Hawa karena di syurga yang penuh kenikmatan saja Adam membutuhkan seorang teman, bagaimana dengan ketika di bumi yang berbeda jauh dari segi kenikmatan di syurga?  Tentu Adam sangat membutuhkan seorang teman terlebih ketika berada di bumi. Dan tentunya ada rasa kehilangan ketika Hawa yang biasanya menemaninya di syurga tak ada di sisinya.
Memang agak sedikit berbeda, penggambaran pertemuan itu diangkat dari sisi Hawa yang berusaha bertemu Adam. Tak diceritakan pencarian seorang Adam namun lebih ditekankan pada pencarian seorang Hawa yang menunjukkan rasa pedulinya pada Adam. Hawa terus berjalan, beristirahat, berdoa di tengah lelah. Hingga akhirnya di tengah lelah yang begitu sangat dan dalam kondisi hampir putus asa, di gurun pasir yang panas dan gersang, doa khusyuknya dikabulkan Allah dan dipertemukanlah ia dengan sosok yang ia kenal. Ya, ternyata Hawa-lah yang mengenali Adam lebih dulu ketika bertemu. Sungguh, tulang rusuk mengenali siapa pemiliknya.
Mungkin akan terlontar pertanyaan begini: “Nabi Adam dan Hawa itu kan cuma dua-duanya manusia di bumi. Jadi ketika bertemu mudah untuk saling mengenali. Lantas bagaimana dengan kita yang jumlah penduduk bumi sudah sekian milyar banyaknya? Bagaimana kita bisa tahu bahwa dialah tulang rusuk kita (bagi laki-laki) atau dialah pemilik tulang rusuk ini (bagi perempuan)?
Di sinilah letak proses ta’aruf itu berperan. Tentunya ta’aruf yang syar’i, bukan sekadar kata ta’aruf namun jauh nilai-nilainya dari sebuah proses ta’aruf. Ta’aruf lah ajang saling mengenal yang [katanya] akan terasakan di sana siapa tulang rusuk atau pemilik tulang rusuk kita.
Mari kutunjukkan kisah dua orang akhwat. Ada seorang akhwat yang merasa klop dengan seorang ikhwan, merasa saling cocok, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk ta’aruf. Dalam proses ta’aruf, ternyata istikharah sang akhwat tak mantap dan ada keraguan di sana. Ta’aruf pun kandas di tengah jalan. Awalnya sebelum ta’aruf, sang akhwat menganggap bahwa ikhwan itulah pemilik tulang rusuknya. Tapi ternyata, setelah ta’aruf, bukan ikhwan itu pemilik tulang rusuknya.
Qadarullah, sang akhwat dipertemukan dengan seorang ikhwan yang belum pernah dikenal dan dipertemukan dalam sebuah proses ta’aruf. Sang akhwat pun mantap, tak ada keraguan sedikit pun dalam istikharahnya. Akhirnya, mereka menikah.
Satu lagi, ada seorang akhwat yang memblacklist seorang ikhwan untuk menjadi calon suaminya karena merasa tidak cocok secara karakter. Namun ternyata sang ikhwan berkeinginan untuk ta’aruf dengan sang akhwat. Awalnya sang akhwat menolak untuk berta’aruf dengan sang ikhwan. Atas nasihat sang guru ngaji dan istikharah beberapa kali, sang akhwat pun mencoba untuk berta’aruf dengan ikhwan yang dimaksud. Hingga akhirnya, mereka menikah.
Terlihat jelas bukan? Bahwa memang hanya sebuah proses ta’aruf yang syar’i-lah yang bisa mendatangkan petunjuk Allah. Dan sebaik-baik petunjuk itu adalah petunjukNYA.
Ada sebuah penggalan dalam artikel yang pernah dibaca:
“Kalau kita tidak mau mencoba ta’aruf, bagaimana mungkin kita tahu ia jodoh kita atau bukan. Kalau kita ta’aruf, kita akan tahu. Jika berhasil, berarti jodoh. Kalau belum berhasil, berarti belum jodoh. Iya, kan?!”
Jadi, memang benar, kita takkan pernah tahu siapa jodoh kita di dunia, kita takkan pernah tahu siapa pemilik tulang rusuk kita (bagi perempuan), atau siapa tulang rusuk kita yang belum ditemukan (bagi laki-laki), sebelum proses ta’aruf. Dari proses ta’aruflah, Allah memberikan petunjukNYA, menunjukkan siapa yang terbaik untuk kita.
So, buat para ikhwan yang sedang merasa seseorang itu sebagai tulang rusukmu, cobalah ta’aruf dulu. Baru kamu bisa bilang kalau dia tulang rusukmu atau bukan setelah proses ta’aruf. Dan tentunya disertai musyawarah dan istikharah. Dua hal inilah yang tak boleh ditinggalkan ketika proses ta’aruf.
Dan buat para akhwat yang berkali-kali gagal dalam proses ta’aruf, yakinlah memang mungkin belum saatnya dipertemukan dengan pemilik tulang rusukmu. Bersabarlah dan teguhkanlah kesabaranmu. Insya Allah semua kan indah pada waktunya.
Pada akhirnya, sebaik-baik jodoh adalah jodoh di akhirat, jodoh yang kekal. Namun sejatinya kita takkan pernah tahu siapa jodoh kita di akhirat. Karena belum tentu jodoh di dunia juga otomatis jodoh di akhirat. Maka yang bisa diikhtiarkan saat ini adalah mencari jodoh di dunia untuk membawanya menjadi jodoh di akhirat pula.
“Ya Allah Ya Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami nikmat di dunia dan juga nikmat di akhirat. Dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka…” aamiin…
dia
sebuah nama yang belum tereja
dia
sebuah rupa yang belum tersketsa
dia
sebuah sosok yang entah dimana
dia
calon nahkoda
sebuah biduk rumah tangga
dia
kuyakin ada
karna hati yang merasa
Rabbana
Jaga ia di manapun berada
Mudahkan langkahnya
Tunjukkan jalannya
Luruskan niatnya
Bulatkan tekadnya
Mantapkan hatinya
Berkahilah rizkinya
Hingga akhirnya
KAU pertemukan aku dengannya
Dalam suatu ikatan suci nan mulia

Jumat, 30 Maret 2012

Tugas IBD 2

 Mengomentari Karya Sastra





おはようございま(Ohayou gozaimasu)
Hai  guys....!

 
 
Kali ini saya akan mengomentari  sebuah karya tulis dari seorang penulis ternama “Habibburahman El-Shirazi- yang amat saya kagumi, karya tulis berjudul “ayat-ayat cinta” ini merupakan salah satu dari  karya tulis yang menjadi favorit dan memotivasi kehiidupan saya. Isi dari novel Ayat-ayat cinta mampu menyihir para pembaca masuk kedalam dunia seorang habibburahman, tidak ayal novel ini menjadi salah satu novel best seller dan diangkat menjadi sebuah layar lebar yang memiliki judul yang sama dengan novelnya. Film layar lebar buku ini juga termasuk kedalam film fiksi terbaik. Setiap rangkaian kata yang tergores dalam buku ini sangatlah romantis kartakteristik Habiburahman sendiri. Percaya atau tidak buku ayat- ayat cinta ini merupakan mahar habibburahman kepada istrinya, itu bisa dilihat dari beberapa halaman pertama dari buku tersebut.
Buku ini menceritakan tentang  kehidupan seorang pemuda sederhana bernama fakhri yang mendapatkan beasiswa melanjutkan sekolah di kairo-mesir kegigihan dan ketaatan pemuda ini yang menyebabkan Aisyah seorang putri kaya raya yang juga menjadi keponakan dari guru fakhri meminta fakhri untuk meminangnya. Pertemuan mereka berawal ketika fachri diminta oleh alice(reporter dari amerika)untuk wawancara seputar bagaimana islam memperlakukan wanita. Masalah muncul ketika fakhri mengetahuii bahwa maria(seorang teman sekaligus tetangga flat fakhri) menyukainya, dan ketika seorang wanita yang ditolong fakhri telah memfitnahnya telah diperkosa olehnya hingga akhirnya idia dikeluarkan dari universitas cairo. Dengan ikhtiar dan doa yang pada akhirnya ia dapat keluar dari masalah  yg mennimpanya.

Minggu, 15 Januari 2012

Tugas 3 ISD (Sosial Mikro dan Makro)

Perspektif Perilaku (Behavioral Perspective), Pendekatan ini awalnya diperkenalkan oleh John B. Watson (1941, 1919). Pendekatan ini cukup banyak mendapat perhatian dalam psikologi di antara tahun 1920-an s/d 1960-an. Ketika Watson memulai penelitiannya, dia menyarankan agar pendekatannya ini tidak sekedar satu alternatif bagi pendekatan instinktif dalam memahami perilaku sosial, tetapi juga merupakan alternatif lain yang memfokuskan pada pikiran, kesadaran, atau pun imajinasi. Perspektif perilaku menyatakan bahwa perilaku sosial kita paling baik dijelaskan melalui perilaku yang secara langsung dapat diamati dan lingkungan yang menyebabkan perilakku kita berubah. Perbedaan utama dalam perspektif perilaku meletakkan struktur sosial (makro) sebagai perilaku sosial individu. Sedangkan sebagian lebih memandang individu (mikro) merupakan agen yang aktif dalam membentuk perilakunya sendiri , dan mereka yang membangun harapan-harapan sosial. Manusia bernegosiasi satu sama lainnya untuk membentuk interaksi dan harapannya. Setiap individu memiliki kedudukan dan peran yang berbeda dalam kelompok nya, sehingga menciptakan perilaku yang berbeda pula. Misalnya, perilaku ayah berbeda dengan anaknya. Individu sebagai bagian dari lingkungan sosial tersebut juga telah membantu menciptakan lingkungan tersebut. Individu juga dapat menyadari akan sikap bersama ketika berada dalam suatu lingkungan kelompok/masyarakat, tapi hal tersebut bukan berarti bahwa individu itu ikut berkompromi dengan kelompok atau masyarakat itu.

Tugas 4 ISD (Pelapisan Sosial dan Perilaku Masyarakat)

Manusia sebagai individu selalu berada ditengah-tengah masyarakat, perilaku individu dalam kelompok ataupun tindakan terhadap orang lain bisa positif atau sebaliknya yaitu tindakan negatif diantaranya: Menolong (helping), Setiap iindividu saling ketergantungan satu sama lain dalam hal tolong menolong dikarenakan manusia atau individu itu sendiri bersifat sosial yaitu saling membutuhkan satu sama lain atau hubungan timbal balik antar individu, sebagai contoh ; seorang calon bupati akan membutuhkan bantuan warganya untuk mendapatkan suara terbanyak sehingga calon bupati itu menjadi seorang bupati. Setelah calon bupati menjadi bupati, beliau diberikan tanggung jawab untuk menolong warga dengan cara mewujudkan aspirasi warganya. Kerja sama (cooperation), Untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial, jalannya kegiatan harus diorganisir agar acara bakti dsosial dapat berjalan dengan baik dan terstruktur. Biasanya tiap tiap tugas ditanggung jawabkan oleh satu kelompok yang dianggotakan beberapa orang. Tiap tiap kelompok harus menjalankan tugasnya dengan baik agar acara dapat berjalan dengan baik pula, dalam hal ini kerja sama antar angota kelompok dan antar kelompok sangat dibutuhkan karna pada dasarnya tiap tiap kelompok itu saling ketergantungan untuk mencapai tujuan mereka bersama yaitu berjalannya acara bakti sosial itu. kompetisi (competition), Pada dasarnya setiap infividu akan salalu berlomba untuk mencapai kejayaannya sebagai contoh; para pegawai sebuah perusahaan akan berlomba untuk mencapai target kerja terbesar untuk mendapatkan sebuah pangkat dan upah kerja yang memuaskan. konflik (conlikct), Sebagai contoh ; Para mahasiswa melakukan aksi tawuran untuk menyelesaikan konflik diantara mereka padahal sebuah konflik juga dapat diselesaikan dengan jalur musyawarah Dalam kehidupan masyarakat selalu dijumpai keadaan yang sangat bervariasi dan dengan keadaan yang tidak sama. Pada sisi lain setiap manusia mengidam-idamkan adanya kesamaan, dalam agama mengajarkan bahwa setiap manusia mempunyai kesamaan derajat. Di badan dunia pun menganggap bahwa manusia mempunyai hak yang dibawanya sejak lahir yang melakat pada dirinya, terbukti adanya Universal Declaration of Human Right. Masyarakat merupakan kumpulan dari beberapa individu, individu individu yang bembentuk masyarakat tidaklah semua berasal dari latar belakang yang sama tetapi merupakan percampuran individu individu dari latar belakang dan asal yang berbeda. Hal inilah yang menyebabkan adanya kelompok sosial, dengan kelompok sosial inilah penyebab terjadinya pelapisan sosial. Pelapisan masyarakat sendiri merupakan beberapa individu yang memiliki kedudukan(status) yang sama menurut ukuran masyarakatnya, dapat dikatakan berada dalam suatu lapisan atau sratum. Pelapisan masyarakat ada bahkan semenjak belum mengenal tulisan , pelapisannya terbentuk sebagai berikut : Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan pembedaan hak dan kewajiban Adanya kelompok kelompok pemimmpim suku yang berpengaruh dan memiliki hak hak istimewa Adanya pemimpin yang saling berpengaruh Adanya orang orang yang dikucilkan diluar kasta dan orang diluar perlindungan hukum Adanya pembagian kerja didalam suku itu sendiri Adanya pembedaan ekonomi dan didalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum Terdapat 2 proses terjadinya pelapisan sosial Terjadi dengan sendirinya Proses pelapisan sosial berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Individu individu yang berada dalam lapisan sosial bukanlah kesengajaan yang disusun oleh msyarakat itu melainkan berjalan dengan sendirinya Terjadi disengaja Sistem pelapisan sosial ini terjadi untuk mencapai tujuan bersama. Sistem organisasi yang disusun dengan cara ini menggunakan 2 sistem Sistem fungsional dan sistem saklar

Masyarakat Kota

Masyarakat kota yang juga sering dikenal dengan urban community lebih ditekankan pada ciri ciri kehidupannya, bukanlah lagi hanya sekedar sandang pangan dan papan melainkan lebih kearah gaya hidup dan pandangan sosial masyarakat itu sendiri.terdapat cici ciri yang menonjol pada masyarakat kota, antara lain : 1. Kehidupan keagamaan yang terjadi pada masyarakat kota cenderung berkurang, hal ini dikarenakan masyarakat kota lebih mementingan kehidupan duniawinya. 2. Masyarakat kota pada umumnya mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung dengan orang lain dengan kata lain masyarakat kota lebih memilih kehidupan yang individualisme. 3. Masyarakat kota membagi pekerjaan dengan lebih tegas, pekerjaan dan aktivitas warga warga kota memperngaruhi ruang lingkup pergaulan mereka sebagai contoh pegawai negeri lebiih banyak bergaul dengan rekannya diabanding dengan pedagang kaki lima atau pelajar. 4. Kemungkinana untuk mendapat kan pekerjaan lebih besar dibanding dengan masyarakat desa. Pembagian kerja pada masyarakat kota sudah lebih meluas karna sudah ada macam macam kegiatan industri. 5. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi. 6. Jalan kehidupan yang cepat di kota kota yang mengakibbatkan pentingnya faktor waktu bagi masyarakat kota. 7. Perubahan sosial terlihat jelas dikota, hal ini dikarenakan kota terbuka menerima perngaruh dari luar. Oleh karna itu dikota banyak ditemui kebudayaan yang berabeka ragam. Sumber : Harwantiyoko, Neltje F.Katuuk ; 19197 ; MKDU Ilmu Sosial Dasar ; Universitas Gunadarma ; Jakarta

Negara dan Warga Negara

Negara adalah organisasi dari sekumpulan masyarakat atau kelompok yang mendiami suatu wilayah tertentu dan mengakui adanya pemerintahan yang mengatur tata tertib dan aturan dari organisasi tersebut. Terdapat beberapa teori pembentukan suatu negara adapun teori teori itu antara lain Teori Hukum Alam( dalm massa Plato dan Aristoteles), Teori Ketuhanan (Islam+Kristen), Teori Perjanjian (oleh Thomas Hobbes). Ada beberapa proses pembentukan negara, proses tersebut dapat berupa penaklukan, peleburan(fusi), pemisahan diri, pendudukan suatu wilayah yang belum memliki kepemerintahan. Ada dua bentuk negara ada yang berupa federation atau negara serikat, ada juga yang berbentuk negara kesatuan(unitari state). Indonesia merupakan salah satu negara yang berbentuk negara kesatuan. Unsur penting suatu negara salah satunya adalah rakyat tanpa rakyat suatu negara hanyalah ada dalam angan angan saja. Dalam hubungan ini rakyat diartikan sebagai sekumpulan orang yang disatukan dalam rasa persatuan yang mendiami suatu wilayah. Yang menjadi warga negara indonesia telah dijelaskan pada UUD 1945 berikut; Pasal 26 ayat (1) yang menjadi warga negara adalah orang orang bangsa indonesia asli dan orang orang bangsa lain yang disahkan dengan undang undang sebagainwarga negara. Ayat (2) syarat syarat mengenai kewarganegaraan ditetetapkan dengan undang undang. Hak dan kewajiban seorang warga negara telah ditetapkan dalam UUD 1945, berikut adalah pasal pasal yang mengatur hak dan kewajiban seorang warga negara.  Pasal 27, ayat (1) Segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Pada ayat (2) tiap tiap warga negara berhak atar oekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.  Pasal 28, Kemerdekaan berkeserikatan dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan sebagainya ditetapkan denngan undang undang  pasal 30, ayat (1) Hak dan Kewajiban Warga Negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara, ayat (2) pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang undang Terdapat beberapa cara untuk memperoleh kewarganegaraan: 1. Asas Kelahiran - Ius Soli (Menurut Tempat Kelahiran) Penentuan status kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat dimana ia dilahirkan. Seseorang yang dilahirkan di negara A maka ia menjadi warga negara A, walaupun orang tuanya adalah warga negara B.Asas ini dianut oleh negara Inggris, Mesir, Amerika dll. - Ius Sanguinis (Menurut Keturunan/Pertalian Darah) Penentuan status kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan dari negara mana seseorang berasal Seseorang yg dilahirkan di negara A, tetapi orang tuanya warga negara B, maka orang tersebut menjadi warga negara B.(dianut oleh negara RRC) 2. Naturalisasi Suatu perbuatan hukum yang dapat menyebabkan seseorang memperoleh status kewarganegaraan, Misal : seseorang memperoleh status kewarganegaraan akibat dari pernikahan, mengajukan permohonan, memilih/menolak status kewarganegaraan  Naturalisasi biasa Naturalisasi ini dapat diberikan apabila syarat-syarat untuk menjadi warga negara telah terpenuhi  Naturalisasi istimewa Naturalisasi ini dapat diberikan bagi mereka (warga asing) yang telah berjasa kepada negara dengan penyataan sendiri (permohonan) untuk menjadi warga negara, atau dapat diminta oleh negara itu sendiri. Sumber: H. Achmad Muchji, Drs., MM., dkk. ; 2007; Pendidikan Kewarganegaraan; Universitas Gunadarma; Jakarta